|
Resensi Maryamah Karpov - Priceless [Yang Paling Berharga] |
|
|
|
|
Thursday, 01 January 2009 |
 Judul: Maryamah Karpov [Buku ke-empat dari tetralogi Laskar Pelangi] Penulis: Andrea Hirata Penerbit: Bentang Priceless: Something so valuable it can never be sold for any price, often used as hyperbole for something with extremely high value Priceless, menjadi judul yang saya pilih untuk resensi kali ini. Priceless bagi saya memiliki pengertian sesuatu yang harganya tidak terpikirkan, kira-kira begitulah. Hal itulah yang tertangkap ketika membaca buku ini. Perasaan cintanya terhadap A Ling mendasari Andrea melakukan usaha-usaha yang belum pernah dia bayangkan sebelumnya bahkan ketika dia menjadi backpacker dulu. Andrea telah menjadikan keinginannya untuk bertemu dengan A Ling sebagai hal yang paling berharga [priceless]. Untuk bertemu dengan cintanya.
Andrea mulai menjual barang berharga yang dimilikinya untuk membeli kapal, dalam usahanya untuk menemukan A Ling. Dan itu belum cukup. Kemudian dia menjual dirinya, dengan menjadi buruh di tambang dan menjadi penulis jurnal kampusnya untuk menutupi kekurangan dananya itu. Dan itupun masih belum mencukupi. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk membuat kapal sendiri. Sebuah hal yang harus dia pelajari mulai dari dasar. Sebuah usaha yang membutuhkan kesabaran karena sekaligus harus belajar hal-hal yang belum dia mengerti. Dan dia mulai bertemu dengan keindahan dari menjalani sebuah hal baru. Bertemu Lintang dan para sahabat Laskar Pelangi lainnya adalah salah satunya. Bantuan dari Lintang, Mahar serta sahabat semasa kecilnya, seketika berubah menjadi kekayaan baru bagi dirinya. Dan semangat yang ada pada dirinya terus menerus menjadi angin segar. Terlepas dari pilihan yang dia tuliskan di akhir buku ini, untuk kali ini Andrea dengan bantuan dari para sahabat semasa kecilnya, telah menjadikan dirinya sebagai pencari kayu untuk membuat kapal sekaligus sebagai pembuat kapal sekaligus sebagai pemilik kapal dan sekaligus sebagai nakhoda kapal, yang itu semua tidak pernah terpikirkan semasa kuliah di sorbonne. Dan itu semua adalah modal baginya untuk bertemu dengan cintanya, A Ling. Penulis: Sinyo |