|
Author: Anand Krishna Review by Sinyo
Kebijaksanaan bagaikan Laskar Allah yang ditugaskan-Nya untuk memperkuat jiwa manusia. Untuk memerangi ketidaktahuan dalam diri dia dan memenangkan Pengetahuan Sejati, sehingga manusia bersikap adil tanpa memandang bulu, mengasihi tanpa pamrih dan sabar tetapi tidak bodoh. Kebijaksanaan mendekatkan apa yang tadinya jauh. Mempermudah apa yang tadinya sulit. Menerangi apa yang tadinya gelap.
Tulisan diatas adalah paragraf pembuka buku ketiga Anand Krishna tentang karya Rumi, MASNAWI. Di dalamnya, banyak dituliskan tulisan-tulisan Rumi yang diulas oleh Anand Krishna dengan memakai kacamata, kebijaksanaan. Anand Krishna menuliskan arti serta menerangkan beberapa tulisan Rumi. Lewat banyak kisah Rumi, hal tentang kebijaksanaan disajikan. Berikut salah satu kisah Rumi, yang disajikan oleh Anand Krishna: Belajar Dari Pengalaman Duka
Musim dingin sungguh menyengsarakan anjing jalanan. Setiap tahun dia bersumpah, “Di musim panas nanti, aku akan membangun rumah.” Datang musim panas, dia tidak kedinginan lagi, maka sumpah pun terlupakan.
Kita tidak pernah belajar dari pengalaman. Jangankan pengalaman orang lain, dari pengalaman diri pun kita enggan belajar. Padahal, menurut Rumi, pengalaman duka bahkan musibah dan apa yang kita sebut “neraka” sesungguhnya diciptakan Tuhan, untuk membersihkan jiwa manusia.
Ada yang mengambil hikmah dari pengalaman-pengalaman seperti itu. Ada yang tidak.
Itulah salah satu kisah Rumi, yang dituangkan oleh Anand Krishna ke dalam buku ini. Menurut Anand Krishna, mengenai kisah ini yang perlu dilakukan oleh seseorang yang mengalami sesuatu adalah melihat peristiwa itu dengan kesadaran. Artinya tidak perlu menyalahkan orang lain supaya bisa melihat kejelasan suatu peristiwa tetapi seseorang perlu mendudukkan suatu peristiwa itu ke dalam porsinya. Karena, seringnya, tulis Anand Krishna, pengalaman hidup bagakan buku yang saat ini kita jadikan bantal. Sangat bodoh. Kita menyia-nyiakan buku itu. Lagipula setebal-tebalnya sebuah buku, tidak akan bisa menandingi kenyamanan bantal. Peran buku lain, peran bantal lain.
Begitu pula dengan peran suka dan duka dalam hidup manusia. Setiap pengalaman bertujuan untuk meningkatkan kesadaran manusia. |