|
Judul: Socrates Café [Citarasa Baru Filsafat] Pengarang: Christopher Philips Penerbit: PT Gamedia Pustaka Tama
Siapakah Socrates?
“Saya rasa Socrates adalah orang yang tidak takut untuk terus bertanya, bahkan manakala orang lain ingin menghentikannya”.
Itulah jawaban dari salah satu peserta diskusi yang diadakan oleh Christopher Philips, pengarang buku ini. Buku ini memadukan gaya cerita dan refleksi dari pengarang. Dengan mengusung filsafat gaya Socrates, yaitu terus mempertanyakan segala sesuatu yang hidup di tengah masyarakat, pengarang mengadakan diskusi dari kafe ke kafe, dari kedai kopi ke kedai kopi lainnya, dari lingkungan universitas hingga ke lingkungan penjara. Dalam prosesnya, metode iu menghidupkan kembali keinginan tahu khas anak-anak-tetapi sama sekali tidak kekanak-kanakan. Sebuah tipe filsafat yang tanpa guru, di mana pemimpin diskusi lebih banyak belajar dari para peserta lain dibandingkan para peserta lain belajar dari pemimpin diskusi.
Bagi pengarang buku ini, ragam pertanyaan akan membawa banyak sekali hal baru yang belum pernah terpikir sebelumnya. Bahkan, keberadaan sebuah pertanyaan juga dipertanyakan apabila pertanyaan itu tidak menemukan jawaban. Bagaimana kita mengajukan sebuah pertanyaan, sangat dominan dalam diskusi kelompok maupun diskusi dengan diri sendiri. Hal itu tersebut dalam salah satu bagian dari chapter yang ada di buku ini. “Apa makna hidup ini?”. “Hidup siapa yang sedang kita bicarakan?” jawab pengarang. “Mungkin Anda perlu merubah bentuk pertanyaannya?” lanjut si pengarang. Lalu yang bertanya,”ternyata yang saya pikir sedang saya coba cari jawabannya adalah ‘Apa yang dapat saya lakukan untuk memberikan makna hidup bagi saya yang membuat semangat saya melambung tinggi, yang membuat saya merasa seperti menjadikan dunia ini setidaknya tempat yang sedikit lebih baik untuk hidup?’ Buku ini, berisi 5 chapter yang terbagi ke dalam subchapter berisi pertanyaan mengenai keberadaan setiap orang. Termasuk di dalamnya adalah banyak sekali cara pandang yang bisa dipakai oleh seseorang ketika berdialog dengan diri sendiri sekalipun. Tidak selalu dibutuhkan sebuah komunitas untuk mengajukan sebuah pertanyaan karena ternyata, menurut pengarang manusia tidak dapat menulikan dirinya dari pertanyaan yang muncul dari dirinya sendiri,bahkan disaat yang sunyi sekalipun. Bagi Christopher Philips beserta kelompok diskusi yang dibentuknya, ada banyak sumber inspirasi dari setiap kejadian yang ada di sekitar kita. Sumber inspirasi yang menjadi ajakan bagi yang mengambilnya untuk menjadikan hidupnya lebih bermakna dan pantas dijalani. Penulis: Sinyo [See About Your Relationship] |