|
Resensi Buku
|
|
Saturday, 05 January 2008 |
|
Judul: Supernova [Episode] AKAR Penulis: Dee Penerbit: Truedee Books
Keping 34 mengisahkan Gio, orang yang mengasihi Diva, mengalami hal yang sangat tidak menyenangkan. Kehilangan seorang kekasih di saat kekasihnya sedang berada di Rio Tambopata. Dan itulah hal yang membuat Gio tidak senang, kehilangan mataharinya yang cantik.
Itulah keping pembuka di episode SUPERNOVA kali ini. Dari keping pembuka kemudian meluncurlah keping 35 [AKAR]. Bercerita tentang perjalanan seorang BODHI yang tengah berada di Bandung. BODHI yang dijadikan sebagai salah satu pengajar kehidupan orang yang bercerita tentang semua hal yang dia alami bagi anak-anak komunitas PUNK. Diceritakannya hal ihwal bagaimana semasa dia kecil, bagaimana dia berhubungan dengan gurunya. Dilanjutkan dengan cerita BODHI yang mulai meninggalkan Indonesia sebagai backpacker dan bertemu dengan jalan hidup yang merupakan keinginannya. Mengambil setting tempat di daerah Asia [Thailand dan Laos], kisah petualangan BODHI menjadi cerita yang mendebarkan sekaligus menghibur dengan humor-humor khas awareness. Berikut salah satu kutipannya, “…Telah kubelah Thailand ke arah timur laut menembus Laos, hanya untuk berputar lagi ke mulut Thailand dari sebelah utara. Namun, sesuai komitmenku dengan telunjukku sendiri, kutetapkan hati untuk pergi ke Huay Xay. Apapun caranya. Dan ketika dijalani, seringkali aku menyesal. Ingin rasanya mengomeli telunjuk bego ini, tapi buat apa.” Di edisi ini, SUPERNOVA menggambarkan salah satu serial dari sekian banyak jaring laba-laba yang ada. Dan di jaring laba-laba kali ini dipilihlah kisah seorang BODHI seseorang yang baru memiliki identitas saat dia mengurus paspor palsunya. Novel ini masih menggambarkan bagaimana sebenarnya banyak hal saling berkaitan. Dalam rupa yang sederhana sekalipun. Dan hal itu yang memang menjadi kekayaan dari serial SUPERNOVA dari edisi sebelumnya hingga episode ketiga [episode PETIR]. Sebuah kesederhanaan cara berpikir sebagai hal yang menentukan pilihan bagi diri sendiri. Dan seperti pada episode sebelumnya, cerita ini bermuara pada satu keping terakhir dari episode AKAR. Ketika BODHI menemukan keterkaitan dengan jaring laba-laba lainnya di sebuah warnet yang terletak di himpitan gang yang sangat kecil. Pada sebuah file yang terdapat salah satu komputer di warnet itu. “….Jangan takut, Akar. Kebenaran yang tak bernama tak pernah terputus. Datang sebelum waktu. Hadir sebelum ruang. Kamu selalu bercermin. Poros keempat yang tidak terlihat, jangan lupa itu.” Penulis Resensi: Sinyo [Reference About Men's Perfume] |